ALI IMRON SANG PENGEBOM PDF

Ali Imron, sang pengebom – Ebook written by Ali Imron. Read this book using Google Play Books app on your PC, android, iOS devices. Download for offline. Ali imron. ISBN Category. Edition. First edition. Publication Year. Publisher. Republika, Indonesia. Tags. Abstract. Description. This Page is automatically generated based on what Facebook users are interested in, and not affiliated with or endorsed by anyone associated with the topic.

Author: Vuran Kigar
Country: Congo
Language: English (Spanish)
Genre: Finance
Published (Last): 19 January 2009
Pages: 12
PDF File Size: 4.48 Mb
ePub File Size: 10.3 Mb
ISBN: 850-4-58641-720-2
Downloads: 51318
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Kill

Request this item to view in the Library’s reading rooms using your library card. Setelah kembali ke Indonesia saya semakin mengharapkan adanya medan jihad dan saya ikut berperang di dalamnya.

Tidak adanya harapan itu dikuatkan lagi oleh keputusan Mukhlas dan Imam Samudra paska Amrozi ditangkap bahwa kita pengebm melarikan diri sendiri-sendiri untuk umron kejaran Polisi. To learn more about how to request items watch this short online video. Ketika terjadi reformasi tahunlalu terjadi kerusuhan yang bernuansa SARA di Ambon, hal itu semakin memicu keinginan saya untuk selalu mengobarkan semangat jihad dengan bermodalkan pernah ke Afghanistan.

Your email address will not be published. Leave a Reply Cancel reply Your email address will not be published. Adanya reformasi di Indonesia tahun semakin menguatkan harapan saya akan adanya suatu peristiwa yang jmron terbentuknya medan perang. Ini adalah sepenggal firman Allah yang terdapat dalam surat Al-Baqarah ayatjadi wajar jika semua orang tidak suka perang. Meskipun demikian, rahasia saya pernah ke Afghanistan terbatas hanya diketahui oleh sesama anggota Jamaah Islamiah, sebagian keluarga saya, ustad-ustad dan sebagian santri di Pondok Pesantren Al-Islam.

Kejadian ini adalah modal besar kami untuk pengebm semangat jihad kepada Umat Islam yang sudah lama terlupakan.

Librarika: Ali imron sang pengebom

Search The Site Can’t find what are you looking for? Oleh pimpinan setempat, yang kemudian saya kenal dengan nama Ustad Dzulqarnain, saya diberi nama Zaid sebagai nama samaran yang harus saya gunakan sejak saat itu. Setelah paspor disimpan di kantor perwakilan di Pabbi mulai saat itu saya pun harus menggunakan nama Zaid.

Alhasil, bahwa keinginan saya bisa berangkat ke Pakistan dan Afghanistan telah terjawab dan sedang diurus segala sesuatunya. Maka selama dalam perjalanan saya hanya mengikuti arahan dari penunjuk jalan tersebut dan tidak berkomunikasi dengan siapapun kecuali dengan kawan-kawan serombongan, itupun dibatasi. Bali Bombings, Kuta, Bali, Indonesia, Setelah kami berhasil meledakkan bom di Bali, saya masih bersepekulasi tentang dampak yang akan timbul, apakah berdampak positif pada perjalanan perjuangan kami atau malah sebaliknya.

  CAMPIMETRIA DE CONFRONTACION PDF

Kepada pihak yang memusuhi Islam, saya bisa memperingatkan, bahwa dalam Islam ada syariat perang, sebagian Umat Islam sudah memiliki kemampuan berperang dan mereka selalu mendambakan terjadinya perang, jika kalian memulai menyerang maka itulah yang mereka tunggu.

Yang protes, yang kontra dan yang tidak suka masing-masing karena alasan sebagai berikut: We will contact you if necessary. Setiap orang yang mengetahui dan memahami keutamaan perang di jalan Allah pasti dia menginginkan agar diberi kesempatan bisa ikut berperang. Can I borrow this item? Oleh karena itu tidak ada gunanya lagi menutup-nutupi keterlibatan saya dalam jihad Ambon. Tatkala berangkat ke Pakistan saya tidak harus mengetahui siapa penunjuk jalannya.

Can I get a copy? Sebelum saya ditangkap oleh Polisi karena terlibat dengan Bom Bali, keberangkatan saya ke Ambon dan jihad di sana sudah sering saya ceritakan dalam banyak kesempatan, baik ketika di Pondok Pesantren Al-Islam ataupun di luar di masyarakat umum.

Inilah ungkapan yang pantas saya ucapkan karena saya pernah berada di Pengebm dan Afghanistan dalam rangka jihad dan jihad di jalan Allah. Sekitar dua minggu di Singapura, saya ditempatkan di tempat tinggalnya kawan-kawan Mukhlas dan hanya mengikuti arahan mereka.

Oleh pimpinan setempat saya ditempatkan di Batalion Logistik, maka mulai saat itu saya resmi menjadi siswa di Akademi Militer Mujahidin Afghanistan.

Saya tidak mungkin bisa mencari senjata, amunisi, bahan-bahan bom dan peralatan perang lainnya apalagi untuk menggunakannya. Saya setuju, karena tambahan dari Azyumardi Azra itu hanya sebagai pengantar yang sama sekali tidak mempengaruhi isi tulisan saya.

Eang asisten tersebut akhirnya menjadi editor buat buku saya selain Nasir Abas.

Ali imron sang pengebom

Oleh karena itu saya berencana melakukan sesuatu yang mungkin bisa memberikan manfaat bagi orang lain sekaligus untuk melanjutkan perjuangan dengan cara yang berbeda. Ini saya maksudkan untuk mengajarkan jihad dan mengobarkan semangat jihad kepada Umat islam. Perubahan dan penghilangan tersebut menurut saya tidak masalah karena dikhawatirkan pembuatan bom tersebut akan ditiru oleh orang lain.

  C1213 DATASHEET PDF

Namun bagi kawan-kawan yang tergabung dalam Jamaah Islamiyah, kebanyakan mereka sudah mengetahuinya karena sajg alumni Afghanistan yang sudah kembali ke Indonesia sebelum saya.

Adanya medan jihad adalah karunia dari Allah semata wang tidak bisa dipaksa diadakan. Singkat cerita, akhirnya Nasir Abas memberi tahu saya bahwa yang akan pnegebom adalah Penerbit Republika dan dia menjadi salah satu editornya.

Ketika tulisan saya sudah dicetak menjadi buku, saya lihat semua isinya sama dengan yang saya koreksi sebelum dicetak, jadi menurut saya tidak ada masalah. Padahal saat itu saya masih berharap mereka punya program lanjutan dan sudah ada rencana yang matang jika omron situasi seperti ini. Setelah proses di atas saya lalui dan saya sudah menjadi siswa di Akademi Militer Mujahidin Afghanistan, saya semakin memahami betapa pentingnya menjaga rahasia perjalanan kami. Dan ketika pulang, kami juga tidak membawa apapun yang menunjukkan bahwa kami pernah belajar ilmu perang bahkan kami pernah ke Afghanistan pun harus dirahasiakan.

BUKUKU “ALI IMRON SANG PENGEBOM” | Ali Imron

Islam and terrorism — Indonesia. BookOnline – Google Books. Padahal logikanya, ketika ada orang yang ingin bergabung dengan suatu kelompok maka terlebih dahulu dia pasti ingin mengetahui dan mengenal kelompok tersebut. Akan tetapi semua ini hanya sebatas persiapan saja belum merencanakan kapan menggunakannya dan dalam bentuk jihad yang bagaimana. Akhirnya saya juga tertangkap, maka harapan untuk mendapatkan dampak positif dari melakukan pengeboman di Bali semakin sedikit.

Meskipun dari JIL, saat itu saya anggap tidak ada masalah, karena hanya sebagai tokoh yang memberi pengantar pengebo komentar saja bukan mencampuri isinya. Justru dengan terbukanya masalah ini saya bisa menyampaikan urusan jihad kepada pihak manapun.

Setelah sampai di tempat tujuan yang kemudian saya ketahui sebagai kantor perwakilan Jamaah Islamiyah yang ada di Pabbi, Peshawar, Pakistan, saya diserahkan kepada pimpinan setempat.